Natal identik dengan penggambaran kakek tua berjenggot putih dan bertopi merah mengendarai kereta, membagikan hadiah-hadiah; lampu-lampu berkilauan, pohon natal, warna merah, dan diskon akhir tahun. .
.
Perayaan Natal menjadi perayaan yang universal, dirayakan di mana saja dan siapa saja. Di Sri Lanka, meskipun negara Buddhis, Natal dirayakan secara meriah oleh umat Kristiani. Umat luar juga ikut merayakannya. Pohon-pohon natal didirikan di perempatan jalan dan di pusat keramaian. Hampir semua supermarket dan mall ikut menawarkan diskon di hari Natal dan menyambut tahun baru. Para penjaga toko juga mengenakan topi Natal. Pusat-pusat perbelanjaan dihiasi dengan atribut-atribut Natal. Semuanya terlihat meriah. .
.
Namun makna dari perayaan Natal bukan itu. Bukan diskon di hari raya, bukan pohon natal, atau topi merah. Natal dirayakan untuk memperingati hari lahirnya Yesus Kristus. Yesus dilahirkan di bumi untuk memberi manfaat orang banyak. Ada banyak hal bisa kita pelajari dari Yesus, yaitu tentang pengorbanan, welas asih, kepedulian, keteguhan hati, dll. Dengan perayaan Natal, seharusnya kita bisa mencontoh perilaku Yesus. Kita harus belajar tentang pengorbanan, welas asih, kepedulian, dan keteguhan hati. Kita harus belajar menjadi orang yang bisa bermanfaat bagi orang banyak. Bukan hanya untuk umat Kristiani saja, tapi untuk kita semua. Karena kebenaran dan kebaikan bukan milik agama tertentu, apalagi milik umatnya. Kebenaran dan kebaikan adalah ajaran universal. Siapapun bisa belajar untuk memahami kebenaran dan mempraktikkan kebaikan dari ajaran agama manapun. .
.
Selamat merayakan natal untuk para saudara-saudaraku dan semuanya yang merayakannya. Dan juga selamat merayakan tahun baru untuk semuanya. Semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih baik daripada tahun-tahun sebelumnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar