Jumat, 28 Desember 2018

Rendah Hati

Rendahkanlah hatimu serendah-rendahnya hingga orang lain tak dapat merendahkanmu. Sebab hanya dengan rendah hati, kesombongan dan ego akan mengalah dengan sendirinya. Rendah hati tak akan membuatmu menjadi manusia rendah. Sama seperti murah hati yang tak akan membuatmu menjadi manusia murahan. Justru rendah hati membuatmu menjadi manusia berkualitas tinggi. Murah hati membuatmu menjadi manusia yang lebih mulia. 

Kesombongan tak akan pernah menjadikan seseorang menjadi lebih unggul dari orang lain. Dan tinggi hati tak akan pernah menjadikan seseorang menjadi lebih tinggi dari orang lain. Kesombongan dan tinggi hati justru akan membuatnya menjadi terlihat rendah di mata orang lain. 

Betapa banyak konflik muncul karena ego yang tak terkendali dan kurangnya rendah hati. Merasa yang paling benar dan mudah menyalahkan yang lain adalah penyebab mendasar munculnya konflik. Sebelum sampai pada konflik yang melibatkan dua belah pihak, ketika seseorang tak mampu mengontrol egonya sendiri, sesungguhnya ia sudah berkonflik dengan dirinya sendiri. 

Ego seringkali memaksa seseorang untuk menjadi yang paling benar. Akibatnya sulit untuk menerima kritik dan masukan. Padahal tak selalu kritik dan masukan itu adalah buruk. Tak selalu orang yang mengkritik berniat untuk menjatuhkan. Ada kritikan yang bersifat konstruktif. Melalui itu orang lain mengajak kita untuk berbenah diri. Pada saat itu kita perlu rendah hati, sebab tanpa adanya rendah hati, kita akan terus merasa sudah benar dan tak perlu dinasihati. Kerendahan hati membuat kita menjadi mau mendengar dan mau memperbaiki diri. Sebab sering kali kita lalai mengkoreksi diri sendiri, makanya kita perlu orang lain untuk membantu mengkoreksi kita. Dan rendah hati membantu kita dalam menerima setiap masukan. 

Pada intinya, rendah hati tak akan membuat kita menjadi manusia rendahan. Dengan rendah hati, orang lain tak akan menemukan celah untuk merendahkan kita. 

Tak Perlu Cemas

Kalau memang permasalahan yang sedang kita hadapi dapat diselesaikan, berarti tak ada gunanya mengkhawatirkan atau mencemaskannya. Kalau memang permasalahan yang kita hadapai tidak dapat diselesaikan, berarti tak ada guna mencemaskannya, sebab masalahnya memang tak bisa diselesaikan. Mencemaskan masalah baik yang bisa diselesaikan atau tidak, adalah tindakan yang tak berguna. Menguras waktu dan membuang-buang tenaga saja. Kalau bisa diselesaikan, lalu untuk apa kita mencemaskannya. Kalau memang tak bisa diselesaikan, untuk apa pula kita mencemaskannya. Kalau memang sudah tak bisa diselesaikan ya tinggalkan saja. Fokuskan perhatian pada hal yang lebih penting. Inilah prinsip hidup bahagia. Pada akhirnya, mencemaskan segala sesuatu adalah hal yang sia-sia. Daripada cemas, mendingan fokus pada hal yang lebih penting dan perlu dilakukan dengan segera. 

Kebanyakan dari kita memang tidak bisa mengolah waktu dengan baik. Ada banyak waktu yang terbuang sia-sia. Padahal waktu adalah hal yang sungguh berharga. Sekali hilang tak dapat dikembalikan. Waktu kita banyak terkuras pada hal yang tidak bermanfaat. Salah satunya adalah untuk menyesali kejadian yang sudah berlalu dan mencemaskan masa depan yang belum pasti. Kita sering kali terpuruk pada luka lama di masa lalu. Kejadian-kejadian kelam membuat kita bersedih saat mengingatnya kembali. Dan akhirnya muncul penyesalan-penyesalan. Memang tidaklah salah menyesalinya, asal penyesalan itu dapat menjadi cambukan agar tidak mengulanginya lagi. Tapi berlarut-larut dalam penyesalan adalah kebodohan dua kali lipat. Sebab dengan menyesalinya sekalipun, apa yang sudah terjadi tak dapat diulang kembali. 

Dan kebanyakan dari kita sering mencemaskan apa yang belum terjadi. Ada ketakuan bercampur cemas tentang masa depan yang belum jelas. Sesungguhnya, kecemasan ini adalah belenggu batin yang perlu disingkirkan dengan segera. Sebab, kalau kecemasan semacam ini terus dibiarkan, bukan hanya waktu yang tersita, tenaga dan semangat kita juga terbuang sia-sia. Masa depan belumlah terjadi. Apa yang bisa kita lakukan saat ini adalah persiapan. Bukan mencemaskan. Persiapan harus dilakukan saat ini juga, sebab apa yang kita lakukan di saat ini akan mempengaruhi apa yang akan terjadi di masa depan. 

Kalau kita amati secara lebih teliti, rahasia di balik semua keberhasilan adalah saat ini. Saat ini adalah saat yang tepat untuk menciptakan keberhasilan dan mempersiapkan keberhasilan. Ada hal yang lebih penting untuk dilakukan saat sekarang ini juga. Makanya, fokus pada apa yang harus kita kerjakan saat ini adalah cara terbaik merencanakan keberhasilan. Orang yang berhasil tak pernah membuang sia-sia kesempatan. Ia bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, sebab ia tahu bahwa waktu sungguh sangat berharga. 

Oleh sebab itu, tak perlu cemas atau khawatir terhadap apapun. Sebab cemas dan khawatir adalah musuh yang seharusnya disingkirkan oleh mereka yang ingin maju. Mencemaskan masa depan dan mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi hanyalah membuang-buang kesempatan. 

Mewujudkan Harapan

Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...