Rabu, 14 November 2018

Penderitaan muncul karena kita menginjinkannya

Kita sendiri sesungguhnya adalah penentu kehidupan kita. Tak mungkin ada orang lain yang bisa mengatur kehidupan kita tanpa kita menyetujuinya. Masa depan yang cerah dan bahagia akan bisa terwujud atas kehendak dan usaha kita. Orang lain hanya membantu melancarkan apa yang sudah kita lakukan. Makanya, kita semua adalah penentu kehidupan kita dan arah hidup yang akan kita lalui. 

Kita bukanlah wayang atau tokoh dalam drama yang dikendalikan oleh skenario. Kita adalah penulis skenario itu sendiri sekaligus aktor yang melakukannya. Sekalipun membutuhkan campur tangan orang lain, kita tetap memegang peranan penting dalam mewujudkan apa yang kita mau. Kehidupan ini juga kita sendiri yang menentukan. Mau bahagia atau tidak, itu semua tergantung pada kita masing-masing. Respon atau reaksi kita terhadap segala yang terjadi adalah sebab adanya kebahagiaan dan penderitaan. Kalau kita merespon baik atau memberikan persetujuan atas apa yang terjadi, maka munculkan kebahagiaaan. Kalau kita merespon negatif atau memberikan penolakan terhadap apa yang terjadi, maka munculah penderitaan. Jadi intinya bahwa penderitaan dan kebahagiaan adalah reaksi kita dalam menyikapi sesuatu. 

Orang lain tak mungkin bisa menyakiti kita tanpa adanya pesetujuan kita. Ketika orang lain marah terhadap kita, sesungguhnya ia tak sedang menyakiti kita. Ia hanya mencoba melemparkan bola api yang sudah tentu melukai dirinya sendiri sebelum sampai ke kita. Dan kita belum tentu terkena bola api tersebut karena kita belum tentu mau menerimanya. Tapi pada saat orang lain marah, dan kita meresponnya dengan kebencian, dendam, atau balik memarahinya, berarti kita menerima bola api tersebut. Akibatnya kita merasa tersakiti atau menderita. Padahal, kalau kita tidak menerima kemarahan itu, kita tak akan menderita karenanya. Intinya seseorang tak akan menyakiti kita tanpa adanya persetujuan kita.

Kehidupan ini juga tak akan menyakiti kita kalau kita tak mengijinkannya. Segala sesuatu yang terjadi memang tidak semuanya menyenangkan. Ada kalanya itu menyebabkan kita menjadi tak nyaman dan menderita. Namun kalua kita telaah lebih dalam sifat kehidupan ini, maka kita akan menyadari bahwa perubahan adalah hal yang pasti. Makanaya salah satu cara agar kita tidak menderita karena perubahan tersebut adalah dengan menerima perubahan tersebut sebagai hal yang wajar. Kita tak bisa menuntut segala sesuatu harus terjadi sesuai dengan keinginan. Oleh karena itu, cara terbaik untuk tetap tenang pada saat terjadi hal yang tidak kita inginkan adalah dengan membiarkan hal itu terjadi sebagaimana adanya. Penerimaan kita pada saat itu sesungguhnya adalah cara menjadi bijaksana, karena menolaknya akan menyebabkan penderitaan yang lebih dalam. Penolakan terhadap apa yang terjadi adalah sebab penderitaan. 

Jumat, 02 November 2018

Teman

Sebagai makhluk sosial, manusia membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kebutuhan manusia sesungguhnya tidak hanya kebutuhan materi, tetapi juga kebutuhan psikologis yang dapat berupa nasihat, dorongan, atau motivasi. Oleh sebab itu, kita semua membutuhkan orang lain, lebih tepatnya teman, yang diharapkan bisa memberikan dorongan saat kita lengah, memberikan motivasi saat kita hampir putus asa, memberikan nasihat saat kita salah memilih jalan. 

Teman adalah elemen penting dalam hidup, karena teman akan membentuk siapa diri kita. Pertemanan atau pergaulan berperan penting dalam membentuk kepribadian kita. Dengan siapa kita berteman, itulah kualitas diri kita. Biasanya pertemanan terjalin karena adanya kesamaan karakter atau ketertarikan. Oleh karena itu, ada kencenderungan yang sama di antara teman. Orang-orang baik biasanya akan berkumpul dengan orang-orang yang baik. Orang-orang yang tidak baik biasanya akan berkumpul dengan mereka yang tidak baik. Seperti orang yang suka mabuk dan pergi ke tempat-tempat hiburan malam, akan lebih menyenangi pergaulan dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan yang sama. Sebaliknya, orang-orang yang lebih suka belajar, lebih suka berpikir serius, biasanya akan menghindari orang-orang yang tidak sama dengan karakternya. Ini adalah naluri alami yang dimiliki oleh setiap orang. 

Siapapun yang menginginkan kemajuan di dalam hal-hal yang baik, seharusnya mampu menempatkan diri dalam pergaulan yang baik. Pergaulan yang baik yang dimaksud adalah pergaulan dengan orang-orang yang mampu menjadikan diri kita menjadi lebih baik, termotivasi, dan dapat meneladani orang-orang yang kita jadikan panutan. Berteman dengan orang-orang yang berhasil adalah kebutuhan bagi mereka yang juga menginginkan keberhasilan. Dari mereka kita bisa belajar bagaimana meraih kesuksesan seperti yang telah mereka raih. Kita bisa saling bertukar pikiran untuk memecahkan masalah atau untuk mengembangkan potensi diri yang sudah ada.

Pergaulan dengan orang-orang yang tidak baik semestinya kita hindari. Sebab pergaulan dengan orang yang tidak baik sudah tentu akan memberikan dampak yang negatif. Dapat negatif itu dapat berupa reputasi buruk di mata masyarakat maupun pengaruh negatif yang menjadikan diri kita melakukan hal-hal yang negatif. Orang-orang yang bergaul dengan para pemabuk akan dipandang masyarakat sebagai pemabuk pula, meskipun terkadang kenyataannya tidak seperti itu. Ketika salah satu teman kita berbuat negatif, sebagai teman kita bisa mendapat pengaruh negatifnya. Orang-orang juga akan mengira bahwa kita juga melakukan hal yang sama. 

Pergaulan yang baik itu seperti minyak wangi. Kalau kita bersama dengan orang-orang yang memakai minyak wangi, kita akan menjadi ikut tercium wangi di antara mereka. Sama halnya di mata masyarakat, ketika kita bergaul dengan orang-orang yang baik, yang berpengaruh, dan termansyur karena kebaikannya, kita juga akan mendapat nama harum. Sebaliknya, pergaulan yang tidak baik itu seperti bau busuk. Saat kita bersama dengan orang-orang yang berperilaku buruk, kita juga akan kena dampaknya, menjadi terlihat buruk pula. Hal ini seperti ketika salah satu dari teman kita yang menyimpan bangkai, saat kita selalu bersamanya, kita akan menjadi berbau bangkai. Oleh karena itu, bergaullah dengan orang-orang yang membawa kita pada kemajuan, bukan penurunan, membawa kita pada pencapaian, bukan kemerosotan, membawa kita menjadi baik, bukan menjadi buruk.

Mewujudkan Harapan

Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...