Kamis, 26 Juli 2018

Jangan berlarut2 dalam kesedihan

Air mata adalah cara seseorang membahasakan luka yang tak bisa dimengerti dengan kata. Mulut sering kali bisa berbohong, dan bibir dengan segera menutupinya dengan senyuman seolah-olah tak ada apa-apa. Namun hati tak bisa membohongi. Luka itu menyebabkan bendungan di sudut matanya menyerah tak mampu menahan air mata kesedihan.
.
.
 Menangislah sebentar tak apa. Tapi jangan berlarut-larut dalam kesedihan itu. Percayalah waktu akan memulihkannya hingga semuanya akan baik-baik saja. Yang harus kamu ingat adalah bahwa hidup adalah tidak kekal. Perpisahan adalah pasti. Entah berpisah karena kematian atau berpisah karena ketidakcocokan. .
.
Kalau enggak sekarang, suatu hari nanti kamu kan mengerti sifat kehidupan ini. Kehidupan yang berisi ketidakkekalan, ketidakpuasan, dan kekosongan dari entitas abadi. Kamu kan mengerti bahwa ketidakkekalan mengajarkan kesementaraan. Bahagia dan derita sifatnya juga sementara, datang silih berganti. Bahkan hidup ini pun sementara. Hanya singgah di kehidupan sebagai manusia yang sangat singkat, rata-rata tidak lebih dari seratus tahun. Ketidakpuasan mengajarkan bahwa hidup berisi banyak keinginan yang menyebabkan penderitaan. Tidak tercapai apa yang diinginkan, berpisah dengan orang yang cintai dan berkumpul dengan orang yang tidak disukai adalah derita. Maka dengan mengurangi keinginan, penderitaan juga berkurang. Suatu saat kamu kan menyadari bahwa hidup ini tidak ada entitas yang abadi. Dalam tubuh ini pun tak ada yang abadi. Semua hanya perpaduan unsur jasmani dan batin. .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mewujudkan Harapan

Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...