Kehidupan tidaklah abadi. Berisi banyak sesuatu yang tak pasti. Yang sudah terencana, belum pasti terlaksana. Yang terlaksana belum tentu sempurna sesuai dengan rencana. .
.
Kematian bisa datang kapan saja meski tak direncana. Bisa jemput kapan saja meski belum dipersiapkan. Tak ada ampun. Tak bisa dinegosiasi. Tak seorang pun mampu melarikan diri dari kematian. Tidak ada gunung, samudra, atau angkasa yang bisa dijadikan tempat persembunyian untuk menghindar dari kematian. Para penguasa besar akan jatuh ditangan raja kematian beserta bala tentaranya. Semua orang akan jatuh di tangan kematian, termasuk kita.
.
.
Apa yang pantas disombongkan jika ternyata semuanya sama-sama akan mati? Tak ada yang sama sekali patut disombongkan, karena kesombongan sendiri sangat tidak patut dan perlu dibasmi. Kecantikan, keanggunan, dan kekuatan masa muda suatu saat akan memudar. Yang sekarang rambutnya hitam mengkilap, suatu hari nanti akan beruban. Yang sekarang kulitnya kencang dan berseri, suatu saat akan mengkeriput dimakan usia. Yang sekarang kuat dan perkasa, suatu saat akan lemah tak berdaya.
Kamis, 26 Juli 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mewujudkan Harapan
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
-
Sing Mbahu Rekso Bumi ini semakin kehilangan cara untuk mempertahankan diri. Terik panas belakangan ini terlihat semakin manjadi-jadi. Be...
-
Bagi sebagian orang, tertawa kadang menjadi pilihan untuk menyembunyikan derita yang tak perlu diumbar dan dibesar-besarkan. Tujuannya supay...
-
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar