Pada akhirnya perpisahan menjadi keharusan yang harus diterima dengan lapang dada. Tapi perpisahan yang tidak menyakiti satu sama lain. Seperti senja yang lebih tahu bagaimana cara menyampaikan selamat tinggal tanpa membekaskan sakit hati pada dunia, seperti itu pula, perpisahan seharusnya terjadi tanpa meninggalkan luka dan kekecewaan pada orang lain. Perpisahan tanpa meninggalkan dendam yang meracuni kedamaian bagi keduanya.
Sering kali, perpisahan meninggalkan dendam dan sakit hati yang tak berkesudahan. Akhirnya, mereka lupa bahwa mereka pernah tertawa bersama, bahagia bersama, dan pernah saling melengkapi satu sama lain.
Aku melihat betapa berantakan keluarga yang diakibatkan perceraian. Tapi aku juga melihat banyak kebahagiaan setelah terjadi perceraian. Kesedihan dan pecahnya keluarga, sesungguhnya bukan karena perceraian. Tapi karena perceraian yang sebelah pihak. Ketika keduanya sudah saling sepakat untuk berpisah, seharusnya keduanya harus sepakat untuk memulai hidup masing-masing. Tapi, tidak boleh meninggalkan dendam. Keduanya sepakat berpisah, tapi bukan untuk saling membenci.
Bagi beberapa orang, perpisahan adalah keharusan, karena perjuangan yang sebelah pihak sungguh berat untuk diterima. Setelah kesepakatan berpisah diputuskan, mereka akhirnya menemukan kebahagiaan dengan caranya masing-masing. Mereka tetap saling menghargai, karena perpisahan mereka adalah kesepakatan yang disetujui kedua belah pihak dengan ikhlas.
Makanya, perpisahan termanis adalah perpisahan dengan kerelaan. Karena ketika kedua belah pihak sudah saling rela, maka tak ada yang meninggalkan dan ditinggalkan, tak ada yang menyakiti dan disakiti. Perpisahan itu adalah cara untuk menemukan kebahagiaan masing-masing, dengan kebahagiaan yang tak mesti disatukan.
Bagi kalian yang sudah berpisah dengan orang yang pernah kalian sayangi, jangan sampai perpisahan itu menjadi sumber dendam dan sakit hati yang tak berkesudahan. Jadikanlah perpisahan itu sebagai cara untuk memperoleh kebahagiaan masing-masing dengan jalan masing-masing. Kalau kalian begitu benci dan masih menyimpan dendam, ingatlah bahwa kalian pernah tertawa bersama, bahagia bersama, dan saling melengkapi satu sama lain. Setidaknya kalian pernah saling memberi kenyamanan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar