Dalam perjalanan hidup ini, kita pasti akan menjumpai yang namanya untung dan rugi, dihormati dan dihina, bahagia dan derita, dipuji dan dicela. .
.
Ketika untung jangan bertinggi hati, karena ada rugi yang barang kali sudah siap menghampiri. Ketika dihormati jangan berbangga diri, karena ada hinaan yang selalu siap merobohkannya. Ketika bahagia jangan sesuka hati, karena siapa tahu derita tiba-tiba datang tak diundang. Ketika dipuji jangan lupa diri, karena di luar sana selalu ada celaan yang siap mematahkan semua yang telah kau usahakan. .
.
Ada banyak orang yang tahu apresasi. Namun ada banyak juga yang tidak suka mengapresiasi. Ada saja celaan yang sengaja didatangkan untukmu. Namun jangan engkau menyerah hanya karena cacian. Selagi engkau masih benar, teruslah melangkah. Abaikan cacian seperti engkau mengabaikan angin yang berlalu. Cacian itu juga akan berlalu dengan sendirinya. .
Kamis, 26 Juli 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mewujudkan Harapan
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
-
Sing Mbahu Rekso Bumi ini semakin kehilangan cara untuk mempertahankan diri. Terik panas belakangan ini terlihat semakin manjadi-jadi. Be...
-
Bagi sebagian orang, tertawa kadang menjadi pilihan untuk menyembunyikan derita yang tak perlu diumbar dan dibesar-besarkan. Tujuannya supay...
-
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar