Tensi perpolitikan di Indonesia semakin memanas. Wajah-wajah pemain politik hitam mulai mengganas. Isu-isu untuk menjatuhkan lawan mulai dikemas. Kebencian mulai mengeras. Yang tadinya sebatas pikiran mulai bertransformasi menjadi ucapan dan tindakan yang tidak pantas. Pemirsa politik pun harus sedikit menghela napas. Melihat beberapa yang terkena imbas. Akibat kubu yang saling gilas menggilas.
Politik memang terkadang menggelitik. Isu sara masih menjadi taktik picik. Bagi yang sudah dewasa merasa jijik. Melihat permainannya yang tidak menarik. Sama sekali tidak mendidik. Bukannya bersaing dengan cara yang baik. Tapi malah bersaing secara licik. Tentu itu berujung pada konflik. Kerukunan tercabik-cabik. Persatuan diobrak-abrik.
Kasus-kasus demikian seharusnya menjadi tamparan. Kasus yang pernah terjadi sebelumnya harusnya menjadi pelajaran. Bahwa bermain politik harus tetap berdasar kebenaran. Tidak boleh menyalahi aturan. Perseteruan bukanlah hiburan. Jangan sampai politik berujung pada pertengkaran.
Pepatah mengatakan, “Menanglah tanpa menyingkirkan; Naiklah tanpa menjatuhkan; Menjadilah baik tanpa menjelekkan; dan menjadilah benar tanpa menyalahkan.” Pesan ini harus selalu diingatkan, bahwa kebenaran jangan sampai dikesampingkan. Bersainglah dengan cara yang diperbolehkan.
Jangan karena haus kekuasaan, seseorang menjadi hilang kebijaksanaan. Jangan karena haus kekayaan, seseorang menjadi lupa keadaan. Jangan karena kejayaan, seseorang menjadi tak punya perasaan.
Kamis, 26 Juli 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mewujudkan Harapan
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
-
Sing Mbahu Rekso Bumi ini semakin kehilangan cara untuk mempertahankan diri. Terik panas belakangan ini terlihat semakin manjadi-jadi. Be...
-
Bagi sebagian orang, tertawa kadang menjadi pilihan untuk menyembunyikan derita yang tak perlu diumbar dan dibesar-besarkan. Tujuannya supay...
-
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar