Kita sendiri sesungguhnya adalah penentu kehidupan kita. Tak mungkin ada orang lain yang bisa mengatur kehidupan kita tanpa kita menyetujuinya. Masa depan yang cerah dan bahagia akan bisa terwujud atas kehendak dan usaha kita. Orang lain hanya membantu melancarkan apa yang sudah kita lakukan. Makanya, kita semua adalah penentu kehidupan kita dan arah hidup yang akan kita lalui.
Kita bukanlah wayang atau tokoh dalam drama yang dikendalikan oleh skenario. Kita adalah penulis skenario itu sendiri sekaligus aktor yang melakukannya. Sekalipun membutuhkan campur tangan orang lain, kita tetap memegang peranan penting dalam mewujudkan apa yang kita mau. Kehidupan ini juga kita sendiri yang menentukan. Mau bahagia atau tidak, itu semua tergantung pada kita masing-masing. Respon atau reaksi kita terhadap segala yang terjadi adalah sebab adanya kebahagiaan dan penderitaan. Kalau kita merespon baik atau memberikan persetujuan atas apa yang terjadi, maka munculkan kebahagiaaan. Kalau kita merespon negatif atau memberikan penolakan terhadap apa yang terjadi, maka munculah penderitaan. Jadi intinya bahwa penderitaan dan kebahagiaan adalah reaksi kita dalam menyikapi sesuatu.
Orang lain tak mungkin bisa menyakiti kita tanpa adanya pesetujuan kita. Ketika orang lain marah terhadap kita, sesungguhnya ia tak sedang menyakiti kita. Ia hanya mencoba melemparkan bola api yang sudah tentu melukai dirinya sendiri sebelum sampai ke kita. Dan kita belum tentu terkena bola api tersebut karena kita belum tentu mau menerimanya. Tapi pada saat orang lain marah, dan kita meresponnya dengan kebencian, dendam, atau balik memarahinya, berarti kita menerima bola api tersebut. Akibatnya kita merasa tersakiti atau menderita. Padahal, kalau kita tidak menerima kemarahan itu, kita tak akan menderita karenanya. Intinya seseorang tak akan menyakiti kita tanpa adanya persetujuan kita.
Kehidupan ini juga tak akan menyakiti kita kalau kita tak mengijinkannya. Segala sesuatu yang terjadi memang tidak semuanya menyenangkan. Ada kalanya itu menyebabkan kita menjadi tak nyaman dan menderita. Namun kalua kita telaah lebih dalam sifat kehidupan ini, maka kita akan menyadari bahwa perubahan adalah hal yang pasti. Makanaya salah satu cara agar kita tidak menderita karena perubahan tersebut adalah dengan menerima perubahan tersebut sebagai hal yang wajar. Kita tak bisa menuntut segala sesuatu harus terjadi sesuai dengan keinginan. Oleh karena itu, cara terbaik untuk tetap tenang pada saat terjadi hal yang tidak kita inginkan adalah dengan membiarkan hal itu terjadi sebagaimana adanya. Penerimaan kita pada saat itu sesungguhnya adalah cara menjadi bijaksana, karena menolaknya akan menyebabkan penderitaan yang lebih dalam. Penolakan terhadap apa yang terjadi adalah sebab penderitaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar