Hidup adalah proses belajar, karena setiap kejadian dan pengalaman memberikan kita sebuah pelajaran berharga. Dari kesalahan sekalipun kita bisa belajar untuk memperbaiki kesalahan itu agar tidak terulang lagi di masa depan. Bahkan kesalahan adalah resiko yang harus dihadapi untuk menciptakan sesuatu yang baru. Seperti kata Albert Einstein bahwa seseorang yang tidak pernah membuat kesalahan berarti tidak pernah mencoba sesuatu yang baru.
Dari keberhasilan yang kita atau orang lain capai, kita bisa belajar untuk menghargai sebuah perjuangan dan kerja keras, sebab keberhasilan adalah hasil dari sebuah usaha. Meskipun tak semua usaha yang kita kerahkan akan berujung pada keberhasilan, namun tetaplah berusaha dan bekerja keras, karena sejarah mencatat bahwa tak ada satu pun orang yang berhasil tanpa sebuah usaha. Meskipun tak jarang juga usaha kita bertepuk sebelah tangan, tapi usaha adalah keharusan untuk mencapai keberhasilan. Orang yang tak berusaha karena takut gagal dikemudian hari adalah orang yang gagal lebih dulu sebelum menemui kegagalan yang sesungguhnya. Makanya orang yang tak mau berusaha adalahvorang yang gagal dua kali sekaligus - gagal di awal dan di akhir.
Saya kira semua setuju bahwa belajar tak harus di bangku universitas. Karena di universitas, kita hanya mendapatkan sepuluh persen dari apa yang diajarkan guru, sepuluh persen dari teman, dan sisanya adalah perjuangan kita sendiri dalam memahami setiap pelajaran yang kita hadapi sehari-hari.
Belajar tak mengenal batasan waktu, karena siapa saja dan kapan saja seseorang bisa belajar. Belajar juga tak mengenal kata cukup, karena semakin banyak seseorang belajar dia justru akan semakin merasa kurang sebab masih banyak yang perlu diketahui. Karena merasa kurang inilah yang mendorong seseorang untuk tetap mau belajar.
Karena hidup ini adalah proses belajar, maka setiap saat dan setiap hari kita belajar. Kita sendiri sebenarnya adalah guru sekaligus murid yang mengajari diri kita sendiri dan mempelajarinya sendiri.
Karena hidup memberikan kebebasan waktu untuk belajar kapan saja, maka hidup ini juga memberikan ujian yang bisa datang kapan saja. Kita semua diminta supaya siap belajar kapan saja dan harus siap menghadapi ujian kapan saja. Ujiannya bukan sebuah hukuman, tapi sebuah kejadian yang akan membuat kita lebih sabar dan terus mau berusaha. Namun pada akhirnya ujian permasalahan-permasalahan hidup yang kita hadapi juga memberikan pelajaran penting dalam hidup ini. Ujian itu bukan dari siapa-siapa, tapi bagian dari hidup ini sendiri. Hidup ini berisi delapan kondisi kehidupan - dipuji, dicela, untung, rugi, mendapat kedudukan, tidak mendapat kedudukan, suka, dan duka - yang datang silih berganti seperti roda yang berputar.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mewujudkan Harapan
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
-
Sing Mbahu Rekso Bumi ini semakin kehilangan cara untuk mempertahankan diri. Terik panas belakangan ini terlihat semakin manjadi-jadi. Be...
-
Bagi sebagian orang, tertawa kadang menjadi pilihan untuk menyembunyikan derita yang tak perlu diumbar dan dibesar-besarkan. Tujuannya supay...
-
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar