Kamis, 26 Juli 2018

Taman Bellanwila

Mentari pagi merangkak dari ufuk timur. Menghangatkan tubuh yang sempat terbeku bersama dingin malam. Embun berangsur-angsur menguap meninggalkan rimbun dedaunan hijau.  Tetumbuhan menyambut kedatangannya dengan gembira. Bersiap berfotosintesis, mengubah karbondioksida dan air menjadi karbohidrat. Menghasilkan oksigen.

Taman Bellanwila ini sudah ramai. Sejak tadi pagi orang-orang berlalu lalang. Ada yang berjalan santai. Ada yang berlari. Dan ada pula yang bersepeda. Taman ini menjadi tempat strategis untuk berolahraga dan menyegarkan pikiran sebelum bekerja. Lokasinya pas sekali, depan Bellanwila Rajamaha Viharaya.

Bukan Sri Lanka kalau tidak menghargai satwa. Danau yang tidak begitu luas ini terdapat beribu-ribu satwa. Ada ribuan ikan dengan berbagai macam. Ratusan burung dengan berbagai jenis. Buaya juga ada. Biawak juga banyak. Uniknya satwa-satwa ini bukan peliharaan. Mereka memang sudah ada bahkan sejak taman ini belum dibentuk. Orang Sri Lanka Buddhis paling takut membunuh binatang. Jadi binatang apapun bisa hidup bebas di Sri Lanka. Kalau di Indonesia, binatang-binatang ini hanya ditemui di kebun binatang, di Sri Lanka bisa ditemukan di mana-mana. Maka seringkali ada himbauan untuk tidak bermain di air, karena bisa jadi ada buayanya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mewujudkan Harapan

Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...