'Aku akan bahagia kalau aku ...' adalah penyataan klise yang sudah kerap kali kudengar, berulang-berulang dengan nada yang sama.
Kebanyakan dari kita memang begitu, suka menggantungkan kebahagiaan pada sesuatu yang kita inginkan. Akibatnya kita tak benar-benar bahagia, sebab kita meletakkan kebahagiaan kita pada sesuatu yang diluar. Kita tak benar-benar bahagia sebab kita menaruh kebahagiaan sebagai sebuah tujuan. Padahal, kebahagiaan bukanlah tujuan, melainkan bagaimana kita menerima dan menikmati prosesnya. Jadi kalau seandainya tujuan kita tak tercapai, setidaknya kita pernah bahagia dengan prosesnya.
Senja sore ini mengajarkanku menerima proses. Sebab, kebahagiaan tak selalu di titik akhir dari sebuah usaha. Dalam prosesnya, kita bisa menikmatinya, menerimanya, dan berbahagia.
Seperti aku yang berbahagia di sudut kota ini, meski pun aku sadar bahwa 'membumikan langit' adalah tujuan yang sulit. Namun aku bahagia, sebab kalaupun aku tak mampu membumikan langit, setidaknya aku pernah menikmati prosesnya. Membumikan langit adalah bahasaku dalam memungkinkan ketidakmungkinan.
Kamis, 26 Juli 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mewujudkan Harapan
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
-
Sing Mbahu Rekso Bumi ini semakin kehilangan cara untuk mempertahankan diri. Terik panas belakangan ini terlihat semakin manjadi-jadi. Be...
-
Bagi sebagian orang, tertawa kadang menjadi pilihan untuk menyembunyikan derita yang tak perlu diumbar dan dibesar-besarkan. Tujuannya supay...
-
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar