Secara teori kau tahu bahwa semua yang kau inginkan tak akan tercapai semuanya. Ada begitu banyak keinginan sehingga kau tak sempat mewujudkan semuanya. Bukan hanya karena waktu yang terbatas, tetapi kemampuan yang terbatas pula. .
.
Nafsu keinginan manusia begitu besar, berkobar-kobar seperti api yang membakar. Setelah satu keinganan tercapai, keinginan yang lain datang bertubi-tubi. Bukannya selesai, tetapi keinginan malah semakin menjadi-jadi.
.
.
Kau mengeluh dan mengadu lewat doa-doa. Tak ingatkah engkau bahwa, terkadang kita perlu merobohkan satu impian untuk mendirikan impian yang lebih besar. Maka tetaplah jadi pribadi yang tangguh. Berbentilah mengeluh. Mulailah berjuang dengan sungguh-sungguh. Berjuang untuk mewujudkannya dan berjuang untuk merelakannya. Perjuangkanlah apa yang perlu diperjuangkan dan relakanlah apa yang perlu direlakan. Karena memperjuangkan apa yang perlu direlakan akan membuatmu sia-sia.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mewujudkan Harapan
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
-
Sing Mbahu Rekso Bumi ini semakin kehilangan cara untuk mempertahankan diri. Terik panas belakangan ini terlihat semakin manjadi-jadi. Be...
-
Bagi sebagian orang, tertawa kadang menjadi pilihan untuk menyembunyikan derita yang tak perlu diumbar dan dibesar-besarkan. Tujuannya supay...
-
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar