Kamis, 26 Juli 2018

Jangan bersedih

Mengapa harus bersedih di saat angin permasalahan bertiup kencang menggoyang-goyangkan hidup kita? Bukankah kita tahu bahwa semakin tinggi pohon semakin besar pula anginnya? Iya, memang hidup juga begitu. Semakin hidup kita tumbuh tinggi, semakin besar pula tantangan yang harus kita hadapi. .
.
Bila ada yang tidak suka itu wajar. Karena suka atau tidak suka adalah pilihan. Tapi jangan karena orang lain tak menyukai kita, lantas kita malah membecinya. Tidak suka tidak boleh dibalas dengan membenci. Sampai kapanpun membenci itu akan merusak - menyiksa batin sendiri dan orang lain. Biarkan saja yang tidak suka biar tidak suka, yang tidak setuju biar tidak setuju. Karena hidup tidak selamanya harus menyetujui pendapat semua orang yang begitu banyak. .
.
Kenapa harus bersedih di saat begitu banyak permasalahan yang sengaja dilemparkan ke kita? Bukankah kita juga tahu bahwa pohon yang berbuah lebat lebih sering menjadi sasaran anak-anak untuk melempari batu? Iya, hidup kita juga begitu. Semakin kita bermutu, semakin banyak pula yang menggerutu. Selalu akan ada saja yang tak setuju. Menunjukkan iri hatinya karena memang tak mampu.
.
.
Ketika permasalahan-permasalahan datang bertubi-tubi, jangan bersedih serasa tak berdaya. Ingatlah bahwa hidup ini memang tidak kekal. Permasalahan-permasalahan itu pun juga tidak kekal. Semuanya pasti akan berlalu seiring berjalannya waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mewujudkan Harapan

Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...