Masihkah kita akan memperdebatkan keyakinan? Kita seharusnya tak membuang-buang waktu untuk memperdebatkan hal yang sama sekali tidak penting. Iya, sangat tidak penting karena keyakinan adalah hak masing-masing individu. Kita tak bisa memaksakan orang lain untuk setuju dengan apa yang kita yakini. Sebab apa yang kita yakini belum tentu benar di mata orang lain. Apa yang kita anggap cocok, belum tentu cocok di mata orang lain.
.
.
Apa yang kita yakini benar bisa jadi adalah salah. Mengetahui lebih kuat daripada meyakini. Seumpama seorang anak bertanya kepada ayahnya, di mana ibu berada? Bagi yang masih ragu pasti akan menjawab 'saya yakin ibu di dapur'. Sementara yang sudah tahu, ia akan dengan tegas menjawab 'Ibu di dapur.' Dan kenyataannya ibu memang di dapur. Bisa dibuktikan. Makanya yakin saja masih kurang. Harus mengetahui.
.
.
Dalam beragama, keyakinan memang dibutuhkan. Bisa dikatakan keyakinan adalah unsur dasar dalam beragama. Namun perlu diingat, mengetahui ajaran agama lebih penting daripada sekadar meyakini ajaran agama. Oleh karena itu, pengikut agama yang benar adalah berusaha mengetahui dan memahami ajaran agama. Tidak boleh hanya berhenti pada meyakini. Apalagi yang masih katanya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mewujudkan Harapan
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
-
Sing Mbahu Rekso Bumi ini semakin kehilangan cara untuk mempertahankan diri. Terik panas belakangan ini terlihat semakin manjadi-jadi. Be...
-
Bagi sebagian orang, tertawa kadang menjadi pilihan untuk menyembunyikan derita yang tak perlu diumbar dan dibesar-besarkan. Tujuannya supay...
-
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar