Kita berada di zaman di mana kita dan banyak orang lainnya lebih suka menutupi keburukan dengan bungkus yang indah supaya tidak kelihatan buruknya. Kita membungkus keburukan itu dan menghiasnya sedemikian rupa. Kita juga membungkus penderitaan dengan kesenangan-kesenangan sesaat supaya penderitaan itu tertutupi. Dan kita tidak sadar bahwa bungkus yang kita gunakan untuk menutupi itu adalah penyebab penderitaan-penderitaan baru yang kelak akan menyebabkan penderitaan yang berlipat-lipat. Akibatnya bukannya melenyapkan penderitaan itu, kita malah menumpuk penderitaan lama dengan penyebab-penyebab penderitaan yang baru.
Sampah yang menumpuk dan tergenang oleh air sungai menyebabkan air sungai itu menjadi keruh dan berbau tidak sedap. Kebijakan yang mesti diambil adalah menghilangkan penyebab-penyebabnya, yakni dengan membersihkan sampah-sampah yang tergenang oleh air dan menjaga kebersihan di sekitar sungai itu. Dengan begitu air sungai menjadi tidak tercemar dan tidak menimbulkan bau yang tidak sedap.
Keinginan yang menumpuk dapat memperbudak kita untuk menuruti keinginannya. Akhirnya kita menderita sebab tidak semua keinginan pasti akan terpenuhi. Tidak tercapai apa yang kita inginkan adalah penderitaan. Makanya kunci untuk mengurangi penderitaan adalah dengan mengurangi keinginan hingga sedikit mungkin, sebab sedikit keinginan adalah kunci kebahagiaan.
Namun sebagian dari kita lebih senang menutupi sebab-sebab sungai-sungai keruh dan bau tak sedap itu dengan cara membungkusnya sedemikian rupa supaya tidak terlihat begitu menjijikkan. Bukannya membersihkan sampah-sampah yang menyebabkan air keruh dan bau, sebagian dari kita malah memilih menutupi sungai itu dengan bungkus yang indah supaya keruh air dan bau tak sedapnya tidak kelihatan. Sebagian dari kita memilih kebjikan tak bernalar ini. Padahal, sampai kapan pun, keburukan meskipun dibungkus atau ditutupi dengan apapun tetaplah keburukan. Bungkus itu tak akan mengubah sifat alami keburukan. Lambat laun keburukan itu akan terbongkar dengan sendirinya. Sama halnya, air yang keruh dan bau tak sedap itu, sekalipun dibungkus dengan cara apapun, dikasih pengharum sekali pun, tak akan mengubah sifat alami dari air yang keruh dan berbau itu. Lama kelamaan keburukan itu juga akan terbongkar dan bahkan bisa menyebabkan keburukan yang berlipat-lipat.
Sebagian dari kita juga memilih menutupi penderitaan-penderitaan dengan melibatkan diri pada kesenangan-kesenangan indera. Padahal, penderitaan yang kita biarkan atau kita tutupi tak akan lenyap dengan sendirinya. Kesenangan-kesengan indera yang kita coba lakukan bukanlah solusi menghakhiri penderitaan. Itu hanya menutupi penderitaan-penderitaan lama dengan penyebab-penyebab penderitaan baru yang belum bermanifestasi menjadi penderitaan. Akibatnya kita malah menumpuk penderitaan itu lagi dan lagi.
Ada empat cara untuk memahami penderitaan hingga melenyapkannya:
Pahami penderitaan sebagaimana adanya
Pahami sebab-sebab penderitaan itu
Ketahui akhir atau lenyapnya penderitaan itu
Dan terapkanlah jalan menuju lenyapnya penderitaan itu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mewujudkan Harapan
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
-
Sing Mbahu Rekso Bumi ini semakin kehilangan cara untuk mempertahankan diri. Terik panas belakangan ini terlihat semakin manjadi-jadi. Be...
-
Bagi sebagian orang, tertawa kadang menjadi pilihan untuk menyembunyikan derita yang tak perlu diumbar dan dibesar-besarkan. Tujuannya supay...
-
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar