Fenomena alam yang sering kita jumpai;
Fenomena di mana seseorang sudah pacaran bertahun-tahun tapi pada akhirnya menikah dengan orang lain. Sementara yang sudah menikah dan memakan banyak biaya pada saat resepsi akhirnya kandas di tengah jalan.
Fenomena di mana seseorang sudah menjadi samanera bertahun-tahun, tapi pada akhirnya terseleksi alam dan kembali ke kehidupan awam. Sementara yang sudah menjadi bhikkhu bertahun-tahun akhirnya juga terseleksi oleh alam dan kembali menjadi umat awam.
Sifat kehidupan tentang ketidakkekalan memang tak bisa ditawar. Hukum ketidakekalan menggilas ketetapan atau keajekan. Jadi, tak ada yang abadi.
Sesungguhnya tidak ada cinta yang abadi. Karena dalam perjalanannya, kekuatan cinta itu akan mengalami pasang surut. Orang-orang bisa mempertahankan hubungan mereka hingga kakek nenek bukan karena cinta mereka abadi dan ajek tak berubah. Tapi karena pasangan itu saling mengisi kekurangan, menguatkan di saat yang satu lemah, dan saling memahami ketidaksetujuan. Makanya mereka bisa bertahan menghadapi gelombang ketidakajekan dan mampu bertahan dalam setiap keadaan.
Sesungguhnya tidak ada semangat yang ajek dan kekal. Dalam perjalanannya, kadar semangat itu kadang menurun. Seperti itu juga semangat seseorang dalam menjalani kehidupan pabajita. Mungkin saja ada saat di mana kadar semangat itu menurun dan akhirnya enggan untuk melanjutkan kehidupannya. Ada banyak bhikkhu-bhikkhu (puthujjana) yang mampu bertahan hingga mereka menutup usia. Mereka bisa begitu bukan karena semangat mereka kekal dan abadi, tapi karena mereka bisa mengatasi gelombang kehidupan yang terkadang pasang dan surut. Sahabat-sahabat mereka saling menyemangati satu sama lain ketika semangat itu mengendur hingga akhirnya mereka mampu bertahan dan mampu melewati setiap rintangan yang mereka hadapi.
Pepatah mengatakan ‘badai pasti berlalu.’ Artinya segala rintangan yang menghadang pun pada akhirnya juga akan berlalu. Seperti pula hujan. Hujan pasti akan mereda kalau sudah waktunya. Tak mungkin hujan akan selamanya hujan dan tak mungkin panas akan selamanya panas. Demikian pula dengan cinta dan semangat. Ada saat di mana mereka akan menguat, namun juga akan ada saat di mana mereka melemah.
''Cintaku padamu tak akan pernah berubah'' adalah frasa kosong karena di dunia yang serba tidak kekal tak mungkin menyediakan keabadian cinta. Apalagi perasaan, sangat riskan sekali dengan perubahan.
''Semangatmu tak pernah mengendur'' adalah frasa dengan majas yang terlalu berlebihan, sebab dunia yang berisi pasang dan surut ada kemungkinan bagi semangat untuk mengendur, meskipun kadarnya tak bisa dipastikan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mewujudkan Harapan
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
-
Sing Mbahu Rekso Bumi ini semakin kehilangan cara untuk mempertahankan diri. Terik panas belakangan ini terlihat semakin manjadi-jadi. Be...
-
Bagi sebagian orang, tertawa kadang menjadi pilihan untuk menyembunyikan derita yang tak perlu diumbar dan dibesar-besarkan. Tujuannya supay...
-
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar