Marah itu seperti memegang bola api dengan harap melukai orang lain. Jauh sebelum bola api itu dilemparkan, bola api itu telah lebih dulu melukai yang memegang. Sama halnya kemarahan, jauh sebelum seseorang melontarkan kata-kata kasar kepada orang lain, ia sesungguhnya sudah terlukai lebih dulu oleh kemarahannya sendiri.
Ketika orang lain menghina kita, mereka tidak sedang membuat kita menjadi hina. Makanya jangan sekali-sekali meresponnya dengan kemarahan. Sebab, ketika kita marah, mereka telah membuktikan bahwa kita memang hina. Kemarahan kita yang menyebabkan kita menjadi hina, bukan omongan mereka.
Hinaan, celaan, dan segala keburukan lainnya yang dilemparkan kepada kita jangan diterima. Namun menolaknya bukan dengan kemarahan. Cukup jangan diterima dan biarkan hinaan, celaan, dan apa pun itu kembali diambil si pemilik atau si pelempar. Seperti ketika seorang tamu tidak mengambil atau memakan hidangan yang disajikan oleh tuan rumah, maka semua hidangan itu akan kembali menjadi milik tuan rumah. Seperti itu pula cacian, hinaan, dan hal-hal buruk lainnya yang tidak kita terima akan kembali menjadi milik pemberi.
Jangan balas orang yang membenci kita dengan benci juga. Karena ketika kita membalasnya dengan benci, mereka tak akan butuh, sama seperti ketika mereka membeci kita, kita sama sekali tak butuh benci itu. Lagi pula, jalan mengakhiri kebencian bukanlah dengan cara membenci balik. Kebencian hanya akan berakhir bila dibalas dengan cinta kasih. Itu sudah hukumnya. Seperti api yang akan padam kalau disiram air, bukan dengan bensin. Kebencian juga akan padam kalau disiram dengan cinta kasih.
Kamis, 26 Juli 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mewujudkan Harapan
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
-
Sing Mbahu Rekso Bumi ini semakin kehilangan cara untuk mempertahankan diri. Terik panas belakangan ini terlihat semakin manjadi-jadi. Be...
-
Bagi sebagian orang, tertawa kadang menjadi pilihan untuk menyembunyikan derita yang tak perlu diumbar dan dibesar-besarkan. Tujuannya supay...
-
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar