Panasnya sinar matahari tak sepanas hati yang penuh kebencian, kemarahan dan dendam. Dinginnya hujan tak sedingin hati yang kekurangan cinta kasih, kasih sayang, dan ketulusan. Gelapnya malam tak segelap batin yang dibungkus kebodohan, kefanatikan, dan keegoisan.
Kebencian, kemarahan, dan dendam menjauhkan diri kita dari kedamaian. Sebab pada saat kebencian itu menguat, kebaikan pun akan dinilai buruk dan kebenaran akan dinilai salah. Sebab pada saat kemarahan membakar, sebelum kita melampiaskan kemarahan itu pada orang lain, sesungguhnya kita sendiri telah melukai diri kita sendiri, seperti seseorang yang ingin melempar bola api kepada orang lain, maka sebelum bola api itu mengenai orang lain, bola api itu melukai kita lebih dulu. Sebab ketika dendam menguasai batin kita, kita tak akan benar-benar merasakan tenang. Hawanya ingin membuat orang yang diincar menjadi celaka dan menuai banyak penderitaan.
Dangkalnya cinta kasih, kasih sayang, dan ketulusan membuat kita menjadi manusia super individualis, hanya memikirkan kepentingan diri sendiri tanpa memikirkan orang lain. Cinta kasih bermanifestasi dalam bentuk pikiran mengharapkan orang atau makhluk lain berbahagia. Kasih sayang bermanifestasi dalam bentuk tindakan membantu mengurangi penderitaan orang atau makhluk lain. Sementara ketulusan adalah keikhlasan dan keseriusan dalam melakukan sesuatu, sesuatu yang baik-baik.
Kebodohan, kefanatikan, dan keegoisan membutakan seseorang dalam melihat segala sesuatu sebagaimana mestinya. Kebodohan batin adalah lawan dari kebijaksanaan. Kebodohan batin membuat kita tak bisa memahami sifat-sifat kehidupan, yang sering kali menyebabkan kita menderita karenanya. Kefanatikan adalah lawan dari pikiran yang terbuka. Kefanatikan dapat bermanifestasi dalam bentuk keyakinan yang membabi buta. Akibatnya keyakinan ini membatasi kita untuk menerima pandangan-pandangan lain dari sudut yang berbeda. Dan keegoisan adalah sikap yang didasarkan atas dorongan untuk memenuhi kepentingan pribadi. Tidak ada ruang untuk kepentingan orang lain. Keegoisan ini menjadikan diri kita menjadi manusia egois, ingin menang sendiri, dan merasa menjadi manusia paling benar sendiri.
Kamis, 26 Juli 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mewujudkan Harapan
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
-
Sing Mbahu Rekso Bumi ini semakin kehilangan cara untuk mempertahankan diri. Terik panas belakangan ini terlihat semakin manjadi-jadi. Be...
-
Bagi sebagian orang, tertawa kadang menjadi pilihan untuk menyembunyikan derita yang tak perlu diumbar dan dibesar-besarkan. Tujuannya supay...
-
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar