Kamis, 26 Juli 2018

Sepintas memang tak begitu mengesankan. Dibangun dengan desain yang tidak begitu rumit. Dengan warna cat abu-abu polos. Sederhana. Namun nyaman.

Ini adalah toko buku Buddhis terbesar di Sri Lanka. Sekaligus sebagai toko buku Buddhis terlengkap di dunia. Namanya Buddhist Cultural Centre. Bangunan ini berdiri di antara gedung pencakar langit lainnya, berlokasi di jalan Sri Sambuddhatva Jayathi Mawatha,
Colombo 5. Tidak jauh dari University of Colombo.

Di dalamnya terdapat berbagai buku Buddhis dengan berbagai kategori. Menyediakan beberapa bahasa seperti bahasa Sinhala, Inggris, Prancis, Pāli, Sansekerta, dll. Selain buku, toko buku ini juga menyediakan berbagai perlengkapan Buddhis, seperti gambar, patung, dupa, dll.

Di Sri Lanka, toko buku bisa ditemukan di mana-mana. Ini karena minat membaca orang Sri Lanka lebih tinggi daripada Indonesia. Sejak kecil anak-anak sudah senang sekali membaca. Ini yang membedakan orang Indonesia dengan Sri Lanka. Orang Indonesia lebih senang dengan kuliner dan travelling, sementara orang Sri Lanka lebih senang membaca buku dan menulis. Membaca adalah cara memperoleh pengetahuan, dan menulis adalah cara membagikan pengetahuan. Mereka masih berpegang teguh pada ajaran Buddha bahwa memberikan pengetahuan adalah pemberiaan tertinggi.

Pengetahuan itu seperti air di sumur. Semakin air itu dimanfaatkan, airnya akan terus jernih. Tidak mudah berlumut. Demikian pula pengetahuan, semakin pengetahuan itu dibagikan, pengetahuan itu akan semakin jernih. Tidak mudah dilupakan. Bisa bermanfaat bagi yang menerimanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mewujudkan Harapan

Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...