Minggu, 05 Agustus 2018

Ijinkan aku menjadi akar

Mulai sekarang aku ingin menjadi seperti akar pohon yang menguatkan pohon dari gucangan angin yang mengobrak-abriknya. Ternyata aku belum sanggup menjadi batang pohon yang semakin meninggi malah semakin berat risikonya. Memang benar, semakin tinggi pohon semakin besar juga yang angin yang menghantamnya.

Dan aku belum siap menjadi itu. Dikenal banyak orang, dipuji-puji, malah membuat aku lupa diri. Dicela, dikecam, membuat aku rendah diri. Dan sepertinya menjadi akar lebih baik, karena bisa menguatkan pohon dari berbagai rintangan, tanpa seorang pun memberikan penilaian terhadapku. Kalau pohon itu tumbuh tinggi dan indah, biar orang lain memuji pohon itu, tapi bukan aku sebagai akarnya. Kalau orang-orang merasakan manfaatnya, karena daun-daunnya meneduhkan, biar mereka memuji daunnya, bukan aku sebagai akarnya. Kalau memang orang-orang merasa terganggu dengan keberadaan pohon itu, biar mereka mengecam pohon itu, bukan aku sebagai akarnya.



Tugasku adalah menguatkan dan memberikan asupan supaya pohon itu tumbuh menjadi kuat dan menjulang tinggi. Tentu aku sangat senang apabila pohon itu bisa memberikan manfaat bagi binatang-binatang atau orang-orang di sekitarnya. Seperti itu pula, aku ingin menjadi penulis, yang berkiprah dalam dunia tulis menulis, dengan harapan tulisanku memberikan banyak manfaat. Tugasku adalah menulis dan membagikan pengalaman dan gagasan ke dalam bentuk tulisan. Orang-orang boleh memuji tulisanku, tapi jangan aku. Orang-orang boleh menghina tulisanku, tapi jangan aku. Aku hanyalah seperti akar pohon yang kuceritakan di atas.

Kalau memang pohon itu menghasilkan buah, biar orang-orang menamakan buah dari nama pohon itu, jangan akarnya. Kalau memang tulisan-tulisan ini memberikan manfaat, biar orang-orang menamakan manfaat itu dari tulisan itu, jangan penulisnya.

Loc. Bellanwila Park

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mewujudkan Harapan

Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...