Bangsa kita akhir-akhir ini benar-benar kuawalahan menghadapi pertikaian yang tak kunjung usai. Selalu saja ada isu yang dimunculkan untuk merusak ketentraman dan kesatuan bangsa. Di samping isu-isu politik, isu-isu ras dan agama masih menjadi senjata untuk saling menghujat. Akibatnya, bukan hanya kedamaian yang terancam, waktu kita juga terkuras banyak untuk menghadapi masalah-masalah yang seharusnya sama sekali tak perlu. Waktu kita tersita banyak untuk menyelesaikan kasus-kasus seperti itu. Kalau hal semacam ini terus dibiarkan, bangsa kita tak akan pernah maju.
Perbedaan adalah hal yang lumrah dan merupakan anugrah karena perbedaan membuat kita memiliki keanekaragaman. Masing-masing orang memiliki selera yang berbeda-beda dan pemikiran yang berbeda-beda. Sungguh tidaklah etis kalau kita memaksakan mereka untuk berselera dan bersepemikiran dengan yang kita miliki.
Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keragaman. Dari Sabang sampai Merauke, ada beribu-ribu perbedaan – perbedaan agama, ras, suku, budaya, bahasa, dll. Perbedaan itulah yang membuat negeri kita menjadi kaya akan budaya, seni, bahasa, dll. Negara-negara lain takjub dengan Indonesia yang seperti itu. Selain itu Indonesia juga memiliki kekayaan alam yang melimpah. Makanya Indonesia pernah berkali-kali menjadi incaran negara lain untuk dijajah.
Kini Indonesia telah merdeka. Para pahlawan kita telah mengusir penjajah dari tanah ini. Sekarang adalah tugas kita untuk mengembangkan potensi yang ada, membangun negeri kita menjadi negara yang maju. Jangan mau kalah dengan negara-negara lain. Kita memiliki segalanya di negeri kita. Bahkan konon tongkat pun bisa disulap menjadi tanaman. Kita memiliki semua kelebihan itu. Sekarang saatnya kita bangun negeri ini. Kokohkan jiwa-jiwa pejuang untuk membuat negeri kita ini maju dalam segala bidang.
Namun sayang, di saat kita memiliki kesempatan itu, kita malah masih meributkan hal-hal yang tak penting. Kita masih ribut dengan pertikaian-pertikaian politik dan agama. Politik yang seharusnya mempersatukan negeri malah menceraiberaikan persatuan. Para pemainnya malah saling menghujat satu sama lain. Seolah-olah negeri kita diaduk-aduk dengan drama politik yang menjijikkan. Kita tak boleh diam. Kita harus bangkit dari keterpurukan ini. Kita harus bersatu padu, bahu membahu untuk membangun negeri ini.
Di saat ada kesempatan emas untuk mengubah negeri ini, persatuan kita malah semakin ringkih akibat pertikaian atas nama agama. Lagi lagi masalah agama. Seperti tak pernah usai masalah ini di negeri kita. Orang-orang berjubah agama, mengatasnamakan agama telah membuat kerusuhan di negeri kita, Ini berdampak pada memburuknya citra agama itu sendiri. Agama yang seharusnya menciptakan kedamaian antar umat beragama, telah disalahgunakan oknum-oknum tertentu untuk menciptakan ketidakharmonisan di masyarakat. Ayat-ayat suci yang mendamaikan terlah diganti dengan ujaran-ujaran kebencian yang menyudutkan agama lain. Bahkan kekerasan fisik pun juga terjadi. Akibatnya kita benar-benar jauh dari kedamaian hidup. Kegunaan agama dipelintir menjadi penyebab ketidakdamaian hidup. Seperti yang R A Kartini pernah katakan, kehadiran agama membebaskan kita dari dosa, tetapi banyak juga dosa yang kita buat karena agama.
Kita harus keluar dari kekerdilan seperti ini. Kita harus memiliki kebijaksanaan dan wawasan yang luas. Beragama bukan hanya perihal keimanan, tetapi juga perihal pengetahuan. Bahkan beragama pun juga perlu kebijaksanaan dan welas asih. Kebijaksanaan adalah akar toleransi untuk saling menghargai satu sama lain. Dan welas asih adalah akar untuk saling menyayangi dan mencintai satu sama lain. Bijaksanawan mengatakan, “Mereka yang bukan saudaramu dalam iman, adalah saudaramu dalam kemanusiaan.” Perbedaan keyakinan tak pernah menjadi penghalang untuk berperikemanusiaan.
Jumat, 24 Agustus 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mewujudkan Harapan
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
-
Sing Mbahu Rekso Bumi ini semakin kehilangan cara untuk mempertahankan diri. Terik panas belakangan ini terlihat semakin manjadi-jadi. Be...
-
Bagi sebagian orang, tertawa kadang menjadi pilihan untuk menyembunyikan derita yang tak perlu diumbar dan dibesar-besarkan. Tujuannya supay...
-
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar