Rabu, 15 Agustus 2018

Di sudut stasiun Kelaniya

Senja kali ini menyuguhkan cerita yang sedikit berbeda. Senja kali ini bukan lagi cerita tentang kehilangan seperti yang sering diaksarakan para penulis muda. Namun ini adalah cerita tentang seorang anak kecil di sudut stasiun yang mengangkasakan mimpi-mimpinya bersama semilir angin senja.

Di stasiun kereta api Kelaniya ini, beridirilah seorang anak kecil yang baru saja pulang dari sekolah. Wajahnya begitu ceria meskipun seragam yang ia pakai sudah terlihat kumal dan tak rapi. Bercak-bercak keringat membekas di seragam putihnya. Penampilan bocah itu terlihat masih polos dan jauh dari definisi gengsi. Dia tampil apa adanya dan bersikap seperti anak-anak pada umumnya.



Gemuruh suara kereta terdengar semakin mengeras. Terdengar pula bunyi klakson yang dibunyikan tiga kali. Kereta api dari Colombo melewati stasiun ini dengan kecepatan tinggi. Gesekan roda-rodanya dengan ril membuat suasana sempat lumpuh tak bisa mendengar suara lain selain desing roda kereta. Seketika kepulan debu mengiringi kepergian kereta yang semakin menjauh dari tatapan mata.

Bocah tadi akhirnya tampak kembali oleh tatapan mataku. Dia mengamati kepergian kereta yang semakin menjauh. Dan kembali menengadah langit-langit yang sedikit mulai menjingga. Pandangannya tertuju pada awan yang berarak-arakan melintasi langit yang bercorak keemasan. Ia terlihat seperti takjub dengan peristiwa alam yang disuguhkannya. Ia bergumam ‘Ku ingin mengangkasakan mimpi-mimpi bersama angin senja ini.”

Mimpi seorang anak kecil tak bermuluk-muluk. Biasanya anak kecil memperolehnya dari pengaruh lingkungan setempat. Bisa dari dorongan keluarga, pergaulan, bacaan atau orang lain. Mimpi bocah itu juga tak bermuluk-muluk. Boleh dikatakan mimpinya sederhana. Ia ingin menjadi dosen suatu hari nanti. Ia hanya ingin mengajar dan membagikan ilmunya kepada banyak orang. Karena ia berpikir, menjadi pengajar itu seperti orang yang menabur benih-benih di ladang. Satu benih yang ditabur akan menghasilkan banyak buah. Seperti itu pula, pengetahuan yang diberikan kepada orang lain juga akan memberikan manfaat yang berlipat-lipat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mewujudkan Harapan

Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...