Meskipun harus berkali-kali mengelap ingus yang beberapa kali meleler karena kondisi fisik yang tak lagi bersahabat, bacaan Konsipirasi Alam Semesta karya Fiersa Besari ini tak menyurutkan semangatku untuk merampungkannya di hari ini juga. Selalu ada greget tersendiri yang sengaja ia bungkus dengan bahasa yang dalam. Penulis yang juga merupakan seorang vokalis itu telah mengajakku berpetualang menyurusuri alam raya Indonesia dengan berbagai tantangan yang cukup menengangkan. Bedanya dengan penulis lain, Fiersa Besari lebih pandai dalam menerjemahkan perasaan dan situasi yang dihadapinya ke dalam tulisannya. Apalagi ia seorang petualang, yang tentu karya Konspirasi Alam Semesta ini bukan hanya cerita fiktif yang di luar nalar. Ada beberapa fakta tersembunyi tentang alam raya Indonesia. Ceritanya juga tak garing, sebab ada drama percintaan yang akhirnya berakhir pada satu perpisahan yang mengenang tatkala alam semesta memisahkan dua sepasang kekasih bersama meletusnya gunung Sinabung.
Buku itu menceritakan kisah seorang petualang dan juga jurnalis yang kukuh dengan keinginannya menjelajahi negeri Indonesia. Lelaki itu bernama Juang, lebih lengkapnya Juang Astrajingga. Pertemuan yang cukup singkat dengan seorang gadis bernama Ana Tidae itu mampu merubah hidup Juang. Perjumpaan yang sekejap mata itu membuat sepasang hati melebur menjadi satu atas nama kebahagiaan. Namun usaha Juang tak semudah itu, pasalnya Ana Tidae sudah dimiliki oleh Deri. Semesta alam berkonsipasi mempertemukan mereka dengan berbagai cara yang unik. Ana akhirnya jatuh pada hati Juang Astrajingga dan kukuh pada satu ikatan di puncak gunung Slamet dengan semesta sebagai saksi awal kehidupan percintaan mereka.
Sebagai seorang petualang yang suka menjalajah alam raya Indonesia, Juang menunjukkan kecintaannya pada semesta alam. Katanya cintanya terhadap semesta setara dengan cintanya pada Ana. Kisah romantis mereka pun tergambar dalam setiap percapakan yang dalam. Keduanya sama-sama memiliki keunggulan dalam merangkai kata, entah itu sekadar untuk menyampaikan rindu, sakit, atau sebuah perasaan lainnya. Catatan-catatan Juang saat berkelana menyusuri negeri Indonesia, terutama di negeri bagian timur, memuat kisah yang menengangkan ketika ia dan kelompoknya ditahan sekelompok orang yang ingin memisahkan diri dari negara Indonesia untuk mendirikan negara sendiri.
Hubungan Juang dengan Ana pun berkali-kali terhantam ujian. Di samping itu, hubungan Juang sendiri dengan keluarganya, terutama ayahnya, yang kurang harmonis membuat kisahnya dibumbui beberapa drama nestapa. Kisah-kisah sedih kembali terekam dalam perjalanannya tatkala ia harus kehilangan ibu tercintanya. Ditambah lagi kesalahpahaman antara Juang dan Ana, yang berakhir Ana harus dioperasi karena penyakit ganas yang menyerangnya.
Ceritanya kemudian menjadi penuh haru dan banyak guratan kebahagiaan dalam setiap larik katanya. Mereka berdua menikah dan tinggal di rumah idaman seperti yang Ana inginkan. Belum lama hari pernikahannya, kemanusiaan Juang tergerak untuk membantu para korban pasca erupsi gunung Sinabung. Ia harus berkali-kali ngotot untuk mendapat izin dari istrinya. Singkat ceritanya, Juang pergi ke lokasi dan membantu para relawan untuk melakukan evakuasi. Namun sayang, semesta alam yang juga mempertemukannya dengan orang-orang yang dicintai, juga membuatnya harus kembali berpisah dengan mereka. Juang kembali kepelukan alam semesta yang mengganas bersama meletusnya kembali gunung Sinabung. Juang telah mengabdikan dirinya untuk alam semesta dan juga untuk orang-orang yang dicintainya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Mewujudkan Harapan
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
-
Sing Mbahu Rekso Bumi ini semakin kehilangan cara untuk mempertahankan diri. Terik panas belakangan ini terlihat semakin manjadi-jadi. Be...
-
Bagi sebagian orang, tertawa kadang menjadi pilihan untuk menyembunyikan derita yang tak perlu diumbar dan dibesar-besarkan. Tujuannya supay...
-
Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar