Kamis, 09 Agustus 2018

Menjelang Perahera

Festifal Perahera sudah mendekati hari puncaknya. Penari-penari berserta penabuhnya sudah berkumpul di vihara. Gajah-gajah sudah mulai didatangkan dari berbagai vihara. Termasuk raja gajah yang bernama Nedun Gamuwa baru saja didatangkan dan disambut meriah oleh umat setempat.

Nedun Gamuwa adalah gajah berukuran besar dari India yang lahir pada tahun 1953 di Myshore. Gajah ini diberikan oleh Maharaja Myshore kepada seorang bhikkhu Sri Lanka yang juga ahli dalam ilmu kedokteran yang tinggal di Nilammahara Temple Piliyandala setelah berhasil menyembuhkan keluarganya dari penyakit yang sudah lama diidapnya. Kini gajah itu tinggal di Pilliyandala dan sekarang adalah gajah utama yang digunakan untuk mengangkut relik dalam acara festifal Esala Perahera di Sri Lanka.

Mantan presiden Sri Lanka, Mahinda Rajapaksa, baru saja meninggalkan lokasi sebelum Nedun Gamuwa datang. Umat memadati vihara untuk menyaksikan festifal Perahera ini.


Seperti biasa, sebagai tamu, raja gajah itu dibawa menghadap bhikkhu kepala vihara untuk melakukan penghormatan. Dalam kesempatan ini, saya mendapat kesempatan emas untuk mengabadikan gambar bersama dengan raja gajah itu.

Informasi terkini yang baru saya dapat, baru ada sepuluh gajah yang sudah di tempat untuk melakukan prosesi. Saya kurang tahu persis berapa gajah yang akan datang. Pengalaman tahun kemarin, ada sekitar 40 gajah turut serta memeriahkan acara Perahera. Tahun ini diperkirakan bisa lebih atau kurang.

Semoga acara ini berjalan lancar sampai paripurna.

Loc. Bellanwila Rajamaha Viharaya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mewujudkan Harapan

Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...