Sabtu, 15 September 2018

Cintailah Tanah Air Indonesia

Cintailah tanah air Indonesia. Mencintai tanah air bukan berarti harus mencium tanah berlumpur di dalam genangan air seperti yang pernah aku lakukan karena pembodohan yang dilakukan oknum-oknum tertentu atas nama Pramuka. Iya, waktu itu kita ditanya “Apakah kalian cinta tanah air Indonesia?” Tentu saja jawabannya adalah iya, karena kita Indonesia, lahir dan tumbuh di Indonesia, sudah seharusnya kita mencintai tanah air Indonesia ini. Namun jawaban itu sepertinya tak memuaskan bagi si penanya. Bukannya mendapat apresiasi dan motivasi yang mendidik supaya menjadi orang yang mencintai negeri ini dengan benar, orang-orang itu malah menghukum kita supaya mencium tanah berlumpur di dalam genangan air, dengan ancaman kalau tidak melakukannya kita akan mendapatkan hukuman yang lebih berat. 

Mencintai tanah air Indonesia tentu bukan begitu caranya. Mencintai tanah air Indonesia yang sesungguhnya adalah dengan menjadi orang-orang yang berjiwa patriotrisme, menjaga tanah air ini supaya tidak rusak, menjaga kerukunan dan persatuan bangsa, dan menjadi individu yang bermanfaat untuk bangsa. Kalau kita benar-benar mencintai Indonesia, kita tak mungkin akan merusak alam Indonesia, mengeksploitasi alam untuk kepentingan sendiri. Kalau kita benar-benar mencintai Indonesia, kita tak akan mungkin memecah belah persatuan bangsa, meruntuhkan kerukunan dengan berbagai tindakan yang membuat rakyat Indonesia menjadi terbecah belah. Kalau kita mencintai Indonesia, kita akan membuat negeri kita menjadi semakin maju dan berkualitas baik, bukan malah sebaliknya. 

Di era di mana patriotrisme kita yang semakin menipis ini, kita seharusnya sadar bahwa mencintai tanah air Indonesia adalah kewajiban kita semua sebagai rakyat Indonesia. Indonesia adalah negara demokrasi yang semua keputusan ditentukan oleh rakyat. Oleh karena itu, mencintai Indonesia dan menjaga persatuan Indonesia, bukan hanya tugas para pemimpin bangsa atau para pejabat daerah semata, melainkan itu adalah tugas kita semua sebagai rakyat Indonesia. Kita semua bertanggung jawab atas apa yang terjadi di negeri kita. Segala sesuatu adalah sebab dan akibat yang komplek, maka dari itu menjadikan Indonesia maju dalam segala aspek, membutuhkan campur tangan kita semua. Kita semua dituntut untuk bersatu padu dalam upaya memajukan negera. Jangan karena beda pendapat dan pilihan, kita mengabaikan negeri kita. Kita harus bersatu, siapapun pemimpinnya, karena nasib Indonesia, bukan hanya di tangan satu pemimpin, melainkan di tangan seluruh rakyat Indonesia. 

Belakangan ini, isu-isu negatif digoreng oleh sekelompok orang yang ingin menjatuhkan citra Indonesia. Akibatnya ada konflik yang bukan hanya memecah belah persatuan bangsa, tetapi juga konflik yang mengancam keberadaan pemimpin bangsa kita. Isu-isu ras, agama, ekonomi, dan hutang didesain sedemikian rupa untuk menjatuhkannya. Sangat disayangkan hal ini terjadi di negeri kita. Di luar sana, orang-orang mengapresiasi baik kinerjanya. Ini terbukti dari beberapa kemajuan bangsa yang mengangkat nama baik negeri kita. Namun sayangnya di kandang sendiri, hujatan demi hujatan dilemparkan kepadanya. 

Kita harus belajar menjadi masyarakat yang cerdas. Jangan sampai kita diadu domba oleh orang-orang yang hanya mementingkan kekuasaan sendiri. Nasib bangsa kita berada di tangan kita semua. Jangan gadaikan keutuhan bangsa dengan janji-janji palsu yang belum jelas. Jangan mudah tertipu oleh berita-berita bohong yang dengan sengaja dibuat-buat. Lihatlah, Indonesia sekarang ini sudah semakin maju. Bangsa lain memuji-mujinya. Terus tingkatkan kemajuan ini. Besatupadulah untuk mengembangkan negeri tercinta ini. Dukunglah orang-orang yang mengemban tugas penting dalam pemerintahan negeri ini. Negeri kita akan mudah berkembang bila rakyat dan para pejabat bersatu padu, bahu membahu, dan bekerja sama untuk kepentingan bersama. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mewujudkan Harapan

Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...