Minggu, 23 September 2018

Ke Kandy

Semilir angin mendesir seiring kereta yang melaju dengan kecepatan tinggi. Pemandangan hijau menghiasi sepanjang jalan menuju kota Kandy. Sabana hijau terbentang di antara jalur rel kereta api. Ada hawa sejuk bercampur hangat tatkala sinar matahari bertemu dengan hawa dingin pegunungan.



Ceritanya kemarin, aku dan teman-teman memutuskan untuk pergi ke Kandy. Sungguh bukan perjalanan yang terencana jauh-jauh hari. Keinginan yang terlintas seketika berwujud pada tindakan nyata. Salah satu temanku memberitahuku bahwa ia dan teman-temannya ingin berburu buku di sebuah toko buku terkenal di Kandy. Ajakan itu pun seketika ku setujui dengan mengajak salah satu temanku yang lain.

Kita berangkat pagi-pagi buta dengan sebuah kereta dari kota Colombo menuju kota Kandy. Setelah menyumpal lapar dengan sepotong roti sosis di sebuah kedai di stasiun, perjalanan pu  dimulai. Kereta yang kita tumpangi meninggalkan kota Colombo persis jam tujuh pagi.

Kandy adalah destinasi yang menarik, sebab Kandy merupakan destinasi bagi setiap turis mancanegara yang berkunjung ke Sri Lanka. Selain terkenal dengan Buddha's Tooth Relic Temple, Kandy juga terkenal dengan kawasan pegunungannya. Selain hawanya sejuk, pemandangannya pun sungguh luar biasa.

Di sepanjang jalan menuju Kandy, pemandangan pegunungan terpampang indah. Jalur kereta api yang membelah perbukitan membuat kita kita benar-benar masuk dalam kawasan hutan atau kebun  yang jarang dijamah manusia. Lorong-lorong bawah tanah adalah hal yang menarik dari lintasan ini. Berkali-kali anak-anak muda berteriak riang saat kereta yang kita tumpangi memasuki lorong bawah tanah. Suaranya pun menjadi menggema sepanjang lorong berakhir.

Anak-anak berpose riang saat kereta melintasi lintasan curam di lereng-lereng pegunungan. Dari sini sungguh, pemandangan yang mempesona terpampang di hadapan mata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mewujudkan Harapan

Berharap menjadi sukses dan hidup makmur merupakan harapan yang wajar bagi manusia pada umumnya. Kita semua mengakui itu. Tak ada satu pun ...