Kepedulian adalah bahasa universal yang bisa dipahami oleh siapa saja tanpa perlu mempelajarinya. Orang buta bisa melihat indahnya kepedulian. Orang tuli bisa mendengar lembutnya kepedulian. Orang cacat bisa menyentuh hangatnya kepedulian. Siapapun bisa memahami bahasa universal ini. Saling menolong adalah bentuk kepedulian. Saling berbagi adalah bentuk kepedulian. Saling memotivasi di dalam kebaikan adalah bentuk kepedulian.
Jangan berpikir sempit bahwa kasih dan kepedulian hanya milik agama tertentu, atau milik organisasi tertentu. Kepedulian dan kasih sayang sifatnya universal, seperti udara yang siapapun boleh menghirupnya. Karena itulah kepedulian bisa dipraktikkan oleh siapa saja dan manfaatnya bisa dirasakan oleh siapa saja.
Selalulah berbuat baik karena itu adalah cara mewujudkan kepedulian dalam tindakan nyata. Orang yang selalu berbuat baik menunjukkan kepeduliannya terhadap orang-orang di sekitarnya dan juga dirinya sendiri. Sifat dari perbuatan baik adalah bermanfaat bagi diri sendiri, orang lain, dan kedua belah pihak. Siapapun yang berbuat baik berarti ia peduli pada dirinya sendiri dan juga orang lain.
Berbuat baik sesungguhnya tak begitu sulit. Hanya saja banyak orang memberati diri mereka dengan definisi perbuatan baik yang begitu berat dan membutuhkan pengorbanan. Padahal berbuat baik tak harus diartikan sebagai perbuatan yang besar. Hal-hal yang sepele yang memberikan kenyamanan orang lain juga merupakan kebaikan. Tersenyum atau menyapa hangat ketika bertemu orang lain sudah termasuk perbuatan baik. Bersikap ramah terhadap orang lain dan menghormati orang yang lebih tua adalah bentuk perbuatan baik yang sederhana dan mudah dilakukan oleh siapa saja.
Dengan mulai membiasakan diri untuk selalu berbuat baik, mulai dari perbuatan-perbuatan yang sederhana, melakukan perbuatan baik yang besar tidak akan menjadi sulit untuk dilakukan. Kebaikan-kebaikan kecil tersebut tak boleh diremehkan, sebab kebaikan-kebaikan yang terus dilakukan berulang-ulang akan memberikan manfaat yang besar bagi si pembuat kebaikan. Diibaratkan seperti tetesan air hujan yang meneteskan tetesan demi tetesan lama kelamaan akan membuat ember yang menampungnya menjadi penuh. Demikian juga kebaikan yang dilakukan secara terus menerus akan terkumpul dengan sendirinya dan menjadi banyak sehingga dapat membuahkan manfaat yang begitu besar.
Berbuat baik adalah cara menjadikan hidup menjadi lebih bermakna. Sekadar hidup tanpa melakukan kebaikan seperti batu yang karang yang tak memberikan manfaat. Terlahir sebagai manusia adalah anugrah terbesar dalam hidup, di mana kita bisa menjadikan hidup kita menjadi lebih bermakna dan berguna bagi banyak orang. Manusia adalah makhluk yang memiliki otak yang bisa dikembangkan dan dimanfaatkan untuk kebaikan banyak orang. Maka gunakan akal manusia dengan benar agar kita benar-benar menjadi manusia yang sesungguhnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar